Kadin Medan Jadi Dosen Praktisi di USU, Mahasiswa Belajar Ekspor-Impor Produk Pangan
Administrator Rabu, 16 September 2026 11:23 WIB
MEDAN, -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Medan memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi melalui program dosen praktisi di Universitas Sumatera Utara (USU).
Pengurus Komite Tetap Bidang Perhubungan, Logistik, dan Rantai Pasok Kadin Medan, Muhammad Awang Laksamana, hadir sebagai dosen praktisi dalam mata kuliah Perdagangan Internasional di Program Studi Teknologi Pangan (Food Technology) USU, Selasa (15/9/2026).
Dalam perkuliahan tersebut, Awang membahas alur kerja, tantangan, serta regulasi yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor produk pangan di pasar internasional.
Kehadiran praktisi dari dunia usaha memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan gambaran mengenai mekanisme rantai pasok global, standar mutu produk pangan untuk ekspor, hingga prosedur logistik lintas negara.
Kadin Medan Dorong Mahasiswa Pahami Dunia Industri
Program dosen praktisi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya Kadin Medan menjembatani kebutuhan industri dengan pembelajaran di perguruan tinggi.
Sektor teknologi pangan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, termasuk dalam mendorong produk olahan pangan lokal Medan dan Sumatera Utara masuk ke pasar internasional.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman praktis mengenai tata cara ekspor-impor, penanganan kargo pangan, serta pemenuhan berbagai standar dan regulasi yang berlaku di pasar global.
Diskusi juga membahas potensi komoditas dan produk olahan pangan lokal untuk menembus pasar internasional dengan dukungan rantai pasok dan sistem logistik yang efisien.
Selain kesiapan bekerja, mahasiswa didorong memiliki wawasan kewirausahaan sehingga dapat melihat peluang di sektor perdagangan internasional.
Kadin Medan dan USU Perkuat Link and Match
Ketua Kadin Medan Arman Chandra mengapresiasi keterlibatan pengurus Kadin Medan dalam memberikan pengetahuan praktis kepada mahasiswa USU.
Menurut Arman, sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi penting untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga memahami kebutuhan industri.
"Kita ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori teknologi pangan di laboratorium, tetapi juga paham bagaimana produk tersebut bisa dikemas, dipenuhi standar logistiknya, dan ditembuskan ke pasar ekspor global," ujar Arman.
Ia menambahkan, Kadin Medan terbuka untuk melanjutkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing di sektor perdagangan internasional.
"Kadin Medan siap terus berkolaborasi dengan dunia kampus untuk mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemain utama dalam ekosistem perdagangan internasional," tambahnya.
Kadin Medan Siapkan Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Melalui program dosen praktisi, Kadin Medan berkomitmen memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Kota Medan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelarasan atau link and match antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia industri.
Khususnya di bidang perhubungan, logistik, rantai pasok, serta perdagangan internasional, keterhubungan antara pembelajaran akademis dan pengalaman praktis dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja maupun peluang usaha.
Kadin Medan berharap model kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih dekat dengan dinamika industri dan memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah.
Berita
Kadin Medan Jadi Dosen Praktisi di USU, Mahasiswa Belajar Ekspor-Impor Produk Pangan
Berita
Kadin Medan Optimistis Sektor Energi dan Konstruksi Dorong Investasi Manufaktur
Berita
KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
Berita
Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali
Berita
KADIN: Kelangkaan Plastik Bekas Picu Harga Polibag Naik 40%, Ancam Inflasi Pangan