• Home
  • Berita
  • Kadin Medan dan Dubes Sri Lanka Zoom Meeting

Kadin Medan dan Dubes Sri Lanka Zoom Meeting

Administrator Rabu, 10 Maret 2021 17:40 WIB

Kedutaan Besar Sri Lanka untuk Indonesia, di Jakarta bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan menggelar pertemuan, Rabu (10/3/2021) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Pertemuan ini bertujuan untuk berdiskusi lebih jauh mengenai hubungan antara kedua negara, melalui Kedutaan Besar Sri Lanka di Jakarta dan KADIN Medan.

Dalam kesempatan ini, KADIN Medan dihadiri oleh Ketua KADIN Medan, Arman Chandra, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah, M. Iqbal Sinaga, dan Direktur Eksekutif KADIN Medan, Misran beserta Staf Sekretariat KADIN Medan, Yuliati Nasution.

Turut hadir bersama Ibu Duta Besar Yang Mulia H.E. Yasoja Gunasekera, yaitu Bapak Arvy Harahap, Bagian Ekonomi Kedutaan Sri Lanka di Jakarta.

Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Yang Mulia H.E. Yasoja Gunasekera mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara.

Termasuk di dalamnya informasi mengenai market opportunity, perdagangan barang dan jasa. Juga dibahas mengenai ekspor-impor dan prosedur dalam hal perdagangan dan tarif yang masih tinggi antara kedua negara (trade and tariff, non-tariff barriers).

Duta Besar Sri Lanka, pada pertemuan ini menyampaikan, ekspor terbesar dari Sri Lanka ke seluruh dunia adalah teh hitam, produk garmen, dan perhiasan.

Meningkatkan ekspor-impor antara kedua negara terutama ke Sumatera Utara, karena merupakan salah satu Provinsi terbesar di Indonesia. Selain itu, Sumatera juga merupakan pulau yang paling dekat dengan Sri Lanka.

Alasan lain adalah, karena Medan adalah kota terbesar di pulau tersebut.

Dalam kesempatan itu juga dikatakan bahwa produk utama dari Sumatera Utara adalah palm oil, coklat dan karet.

Namun sektor ini belum termasuk sektor lain yang juga merupakan komoditi populer untuk ekspor, termasuk pertanian dan perkebunan sawit (palm oil).

Sri Lanka merupakan mitra dagang yang potensial dan menarik bagi Indonesia. Sampai saat ini, banyak pasar di Sri Lanka yang belum tergarap dengan optimal dan memiliki masih banyak peluang untuk terus dikembangkan.

Untuk itu selanjutnya, Yang Mulia akan mengundang kembali pertemuan online-meeting dengan pengusaha di bidang perdagangan (trade) dan pariwisata (tourism) dari masing-masing pihak.

"Sumatera Utara mungkin dapat berbicara mengenai potensi Danau Toba. Beliau menyebut business matching tidak bertatap muka secara langsung, tapi dilakukan secara daring," ujar Duta Besar.

Partner potensial untuk bekerja sama


Ketua KADIN Medan, Arman Chandra menjelaskan mengenai adanya salah satu wilayah di kota Medan yang memiliki nilai heritage, yaitu Little India.

Hal ini juga dapat menjadi kunjungan wisata bagi masyarakat Sri Lanka serta menjadi kunjungan religi dan menjadi pasar bagi produk-produk Sri Lanka seperti perhiasan dan tekstil untuk masuk ke kota Medan.

Sebagai informasi, bahwa kedua negara memiliki persamaan dalam hal penduduk yang memiliki bermacam-macam keyakinan. Sri Lanka memiliki masyarakat pemeluk agama Islam, Kristen, Buddha dan juga Hindu, sama halnya dengan kota Medan.

Hal ini, menurut Arman, seperti halnya kota kembar atau sister city antara kota Medan dan Pulau Penang, Malaysia.

Sumatera Utara, lanjutnya, memiliki sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) dan hilirisasi produk kelapa sawit yang juga menjadi nilai tambah.

Menurut pandangan dunia usaha, saat ini memang lebih banyak permasalahan dan aturan yang belum selesai.

"Dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, ke depannya lebih fokus untuk dilakukan penyederhanaan seluruh peraturan untuk memudahkan investasi," pungkas Arman Chandra.


T#gs Kadin
FB Comments